Pertemuan yang tanpa sengaja . Dulu tanpa sengaja kita bertemu dan terlibat dalam kegiatan yang sama. Setelah itu, kita mulai akrab dan kamu berhasil membuatku merasa menjadi yang teristimewa. Dan aku mulai berjanji, jika engkau menyatakan cinta padaku. Aku akan menerima cintamu. Dan seperti yang kuharapkan hari itu datang . Kamu menyatakan cintamu padaku. Aku menerimanya. Mulai hari itu aku berpacaran dengannya. Aku merasa hidupku yang semula monoton kini mulai lebih menarik. Pulang sekolah bareng. Makan siang bareng. Ketawa bareng. Kita menjadi pasangan yang mencolok dan banyak orang yang cemburu. Aku terbuai oleh kata manis yang selalu ia ucapkan setiap hari, baik dalam chat maupun saat kita ketemu. Dia sering kirim foto sok imut disela-sela chat dan itu cukup menggemaskan. Ku akui pada waktu itu dia berhasil membuatku bahagia. Begitu banyak kenangan manis yang ia buat dalam hidupku ini. Namun hari itu datang. Saat dia terpilih sebagai wakil sekolah untuk mengikuti olimpiade . So, aku sebagai pacar aku bahagia. Tapi konsekuensi aku mulai nggak boleh hubungi dia kalo nggak dia hubungi aku duluan. Dan dia ngelarang aku untuk nggak chat dengan orang lain. Aku tau dia over, tapi aku memahaminya. Dia hubungi aku setiap malam dan cuma 15 menit . Aku terima dan aku habis kan malam setelah belajar dengan tidur karena aku janji nggak akan chat dengan siapapun kecuali dia. Dan malam itu dia chat aku . Namun setelah ku balas dia off dan aku tidur. Namun aku terlalu cepat tidur ternyata dia masih membalas chat ku di sela waktu sibuknya. Dan aku membalasnya pagi hari. Dan setelah itu, dia sama sekali nggak pernah hubungi aku. Jujur aku jadi gelisah. Kenapa dia nggak hubungi aku? Dia sebenarnya kenapa? Pertanyaan itu terus ada di pikiranku. Setelah beberapa hari aku gak saling komunikasi sama dia. Aku masih berusaha nenangin diri dengan ngomong ke diri sendiri " dia lagi sibuk, mungkin dia belum ada waktu". Namun Aku denger kabar kalo dia nyebarin no.telfon nya di kelas ips. Dari situ aku nggak bisa tahan. Antara nggak trima, marah, cemburu, dan bingung. Aku akhirnya hubungi aku tanya ke dia sesibuk apa sih dia sampa gak bisa hubungi aku walau cuma sekedar chat hai. Dan dia nggak balas pesan dari aku. Aku tunggu sampai hari ketiga dia masih nggak jawab pesanku. Bahkan di buka aja nggak. Akhirnya, aku kirim pesan ke dia "Kalo seperti ini mending kamu bilang putus aku akan lebih baik daripada kayak gini." Dia balas "sorry". Dia nggak ngomong apapun selain kata itu. Setelah sekian banyak pesan yang aku kirim dan setelah sekian lama aku nunggu dia bales pesan dari aku. Seminggu setelah itu aku tanya ke dia salah aku apa . Tapi dia suruh aku buat introspeksi diri dan aku di suruh baca chat aku dan dan dia selama 2 minggu ini. Jujur aku udah capek. Aku bilang gitu ke dia dan aku tanya ke dia. Aku masih pacarnya nggak sih? Dia kembali nyuruh introspeksi diri. Aku nggak trima dia bilang gitu. Aku merasa dia nggak adil. Dia gantungin aku. Pada saat itu aku udah ngeredam amarah tentang gosip dia nyebarin no.telfonnya. Aku coba buat sabar. Tapi kali ini udah cukup. Dan kemudian aku bikin story "fokus belajar ajalah". Kemudian dia kirim pesan " tadi kita masih pacaran dan sekarang kita putus" . Jujur aku nggak percaya dia bilang kayak gitu. Aku nggak bisa nangis saat itu. Setelah sekian banyak kenangan. Bahkan cita-cita dia. Semuanya, cuma di mulut. Aku kecewa, aku kayak orang linglung, aku bener" udah sayang sama dia.
Membawa perubahan dan kemajuan pada suatu negara . Tetapi melepaskan seluruh rakyat nya dari Islam dan melarang ada nya kegiatan yang berbau Islam di negara yang ia pimpin. Digantinya adzan yang semula menggunakan bahasa Arab menjadi bahasa Turki. Memusnahkan kekhalifah ustmani. Membunuh para ulama. Malah berakhir tragis di akhir hidupnya, setelah ia diserang berbagai penyakit. Bahkan jenazah nya tak ada yang mau menyolati dan mengkafani. Kemudian, setelah berapa hari diawetkan, adik perempuannya memohon pada para ulama Turki untuk menyolati dan mengkafani kakaknya. Namun setelah itu, ketika akan dimakamkan bumi tak mau menerima jasad nya sehingga jasadnya diawetkan dan taruh di museum kemudian di taruh disela-sela bukit Ankara. Dari kisah tersebut kita tahu bahwa kekuasaan yang kita miliki tak berguna saat kita sakit, tak dapat menyelamatkan kita dari sakaratul maut . Dan kekuasaan bisa membuat kita terbuai serta lalai terhadap per...
Komentar
Posting Komentar